Mungkinkah Penghuni Pertama Pulau Jawa Adalah Orang ini ? Info Sipaijo




Selamat Datang Kembali Pembaca,

 Untuk Mengetahui Siapakah Para Leluhur dan Penghuni Pertama Pulau Jawa, Yang pasti memang bukanlah hal yang mudah untuk menemukan fakta dan bukti sejarah yang valid tentang asal mula orang jawa, hal ini dikarenakan dalam kebudayaan Jawa kuno, orang Jawa sendiri kurang familiar dengan budaya tulis menulis, kebanyakan peristiwa penting dan bersejarah bagi orang jawa, (sebagaimana juga kebanyakan kebudayaan bangsa bangsa lain di Nusantara) hanya dituturkan melalui kisah kisah lisan maupun ceritera dengan ilustrasi tertentu secara turun temurun (dalam hal ini misalnya dalam kisah pewayangan).

 Sayangnya dalam kaidah ilmu sejarah masa kini, bukti bukti berupa kisah kisah sejarah secara lisan hanya dianggap sebagai mitos belaka, sedangkan peristiwa sejarah yang kadang kadang betapapun aneh dan janggalnya, akan mudah saja diakui sebagai sebuah peristiwa sejarah yang benar jika itu tertulis dalam suatu kitab kuno tertentu maupun terukir dalam sebuah prasasti.

Pakaian Adat Raja Jawa, yang entah kenapa memasang
 Hiasan Daun Telinga  yang mirip dgn "telinga panjang Jin Peri"


Tentang sejarah asal mula penduduk Jawa berikut ini (mungkin akan lebih baik bila penulis sebut saja sebagai mitos sejarah), penulis hanya akan mengemukakan sebuah pra hipotesis alias dugaan kuat penulis semata, jadi janganlah sampai tulisan ini dianggap sebagai suatu peristiwa sejarah yang sesungguhnya, karena penulis benar benar tidak tahu karena waktu nenek moyang orang jawa menginjakkan pertama kalinya ke pulau jawa, penulis benar benar belum lahir. hehe..

Percaya dan tidak percaya adalah hak masing masing pembaca sekalian dan seyogyangya segala hasil pemikiran dan khayalan orang janganlah langsung dipercaya, Adapaun bila ada poin poin tertentu yang mungkin kurang berkenan dan mungkin perlu diberi tambahan, saran, kritik dan lain sebagainya maka penulis pastilah akan dengan senang hati mendengarkan dengan seksama. yang pasti penulis sebagaimana manusia biasa, pastilah banyak salah dan kekurangannya dan butuh bertukar pikiran dengan para pembaca sekalian agar bisa lebih mendekati kebenaran yang sejati.

Ilustrasi Jin Peri menurut Mitologi Orang Barat

Dalam Serat Paramayoga dan juga kisah pewayangan tradisional jawa, disebutkan bahwa Pulau Jawa pada zaman dahulu kala adalah pulau yang masih sangat angker serta masih sangat rapat, gelap dan amat lebat hutannya.

Bisa dikatakan bahwa pulau Jawa adalah pulau paling wingit ( angker ) di seantero jagat, selain karena begitu besar, dan banyaknya kerajaan kerajaan bangsa Jin peri, Gendruwo bekasaan, dan para siluman sakti dari berbagai jenis di pulau Jawa, juga karena hutan liar di jawa kala itu masih dipenuhi oleh hewan hewan buas yang masih dengan bebas mondar mandir ke seluruh penjuru pulau ini.

Hukum yang berlaku di Jawa kala itu adalah hukum rimba, baik para makhluk halus maupun hewan buas, hanya mengenal kekuatan sebagai alat untuk menggapai kekuasaan. Yang kuat memimpin dan berkuasa sedangkan yang lemah selalu dalam ketertindasan dan ketakutan sepanjang waktu.

Hipotesis I 

Manusia yang Menghuni Pertama kali Pulau Jawa adalah Bathara Guru.

Untuk Hipotesis pertama ini, Penulis akan mengajukan sebuah pra teori bahwa Rombongan pertama yang datang dari luar pulau Jawa adalah rombongan Bathara Guru beserta seluruh keluarga dan prajurit kerajaannya yang tengah mengungsi karena Istana Kerajaannya di Gunung Tengguru (kebanyakan para sejarah mengatakan gunung ini berada di dalam kompleks pegunungan Himalaya) yang kala itu di obrak abrik oleh Utusan Nabi Isa as yang berbentuk seekor burung merpati yang sangat sakti dan mampu mengeluarkan api yang sangat ganas dan mampu menghancurkan apapun yang disemburnya.

Sebagaimana diketahui bahwa Bathara Guru atau yang lebih dikenal sebagai Dewa Syiwa oleh orang orang Hindustan, beserta anak anaknya adalah keturunan campuran (Manusia mutan) yang memiliki darah dan gen dari ras Manusia, Banu Jan, Bidadari, Jin peri dan Siluman.
 Sang Hyang Manikmaya alias Dewa Syiwa
atau yang dikenal sebagai
Tokoh  Bathara Guru Dalam Lakon pewayangan Jawa
Bathara guru mendapat gen manusianya dari Kekek Buyutnya yakni Syaikh Anwar atau yang bergelar Sang Hyang Nurcahya yang tidak lain adalah Putra Nabi Syits putra Nabi Adam as.

Dengan silsilah nasabnya seperti dalam serat paramoyoga dan kisah pewayangan adalah, Bathara Guru (Sang Hyang Manikmaya) bin Sang Hyang Tunggal bin Sang Hyang Wenang bin Sang Hyang Nurrasa bin Sang Hyang NurCahya (Syaikh Anwar) bin Nabi Syits as bin Nabi Adam as.

Dewi Mulat, Istri Nabi Syits ditengarai adalah berasal dari ras Bidadari, sehingga dari sana Bathara guru mendapat bagian gen Bidadarinya . Perlu di ketahui bahwa Nabi Syits as dilahirkan tanpa punya kembaran perempuan dan Nabi Syits as pernah bertafakkur dan berdoa untuk bisa kembali ke surga sejenak untuk mengambil beberapa buah buahan.

Jadi merujuk pada budaya nenek moyangnya yang demikian itu, Jangan heran bila nanti manusia, setelah Hari Kiamat, dan dihidupkan kembali, bagi yang beruntung tinggal dalam surga akan mendapatkan istri dari ras bidadari juga alam sana.

Karenanya penulis secara pribadi menganggap bahwa Dewa Syiwa/Shang Hyang Manikmaya atau yang juga disebut sebagai Bathara Guru tersebut juga adalah sebagai Keturunan Manusia juga, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa Bathara Guru Beserta anak anaknya adalah Keturunan Manusia pertama yang datang dan menginjakkan kaki ke Pulau Jawa.

Hipotesis  II
Manusia Pertama yang Menghuni Pulau Jawa Adalah Sang Hyang Nur Cahya, Cucu Nabi Adam as.

Hipotesis kedua mungkin agak sedikit ekstrim, karena Pulau Jawa ternyata di huni oleh salah seorang Cucu Nabi Adam as secara langsung.


Tokoh Sang Hyang Nur Cahya
 dalam pewayangan Jawa
  (Syaikh Anwar Cucu Nabi Adam As)
 Sebagaimana yang telah umum diketahui oleh masyarakat Jawa bahwa Prabu Sang Hyang Nur Cahya alias Syaikh Anwar Cucu Nabi Adam as pada akhirnya tiba di pulau Dewani yang sangat angker dan penuh makhluk halus yang jahat dan bengis. Yang setelah berjasa menghilangkan wabah penyakit yang tengah meresahkan kerajaan Dewani itu, maka diambillah beliau itu menjadi menantu oleh Prabu Nuradi, Raja Kerajaan Jin Peri yang berada di Pulau Dewani.

 Pulau Dewani ini menurut beberapa kalangan adalah bukan Pulau Maladewa sebagaimana yang dikatakan kebanyakan orang, Pulau Dewani ini tidak lain adalah Pulau Jawa itu sendiri, yang kala itu adalah sebuah pulau yang sangat panjang yang sangat angker dan banyak di huni para lelembut yang terbentang dan masih bersambung dengan Kepulauan Andaman Di India, Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Bali hingga Kepulauan Nusa Tenggara.

Jadi bila merujuk pada Teori Sejarah versi ini, maka Manusia pertama yang menginjakan kaki di tanah Jawa adalah Sang Hyang Nur Cahya yang merupakan Cucu langsung dari Nabi Adam as yang lahir dari rahim Dewi Delajah sebagaimana yang telah di ceritakan kisahnya diatas.

Jadi karena Sang Hyang Nur Cahya adalah manusia pertama yang menginjakan kaki di Pulau Dewani (Nama Pulau Jawa Kala itu) dan menjadi seorang Raja di situ, menggantikan Mertuanya yang merupakan seorang Raja bangsa Jin peri di pulau itu, Karenanya Sang Hyang Nurcahya bisa dikatakan sebagai ras manusia yang pertama kali menghuni Pulau Jawa.

Namun lagi lagi Manusia yang kita nobatkan sebagai nenek moyang orang Jawa ini adalah Manusia Dewa alias Bukan Manusia Sejati 100 % yang lahir serta hidup di kalangan Masyarakat dan dalam kebudayaan Manusia.

Dari sisi ini, kita dapat melihat bahwa adalah suatu bentuk keunggulan ras Manusia dimana ia sebagai Makhluk paling sempurna yang memiliki elemen lengkap yakni elemen Tanah, Api, Air dan Logam pada tubuhnya yang memungkinkan manusia dapat hidup dan beradaptasi bahkan menjadi makhluk yang unggul dengan berbagai wilayah, alam dan dimensi.

Mungkin itulah kenapa banyak Manusia di Nusantara sangat sakti dan banyak yang mampu mondar mandir pulang pergi menjelajah ke berbagai dimensi alam ghoib di alam mayapada ini.

Sekalipun mungkin bagi kebanyakan orang jaman sekarang, tentunya sangat susah percaya dengan segala sesuatu yang berbau klenik dan Ghaib seperti keberadaan Bangsa Jin, Bangsa Malaikat, Ruh di dalam tubuhnya bahkan mungkin Tuhan Yang Maha Ghaib, eh.. :D

  Teori Ketiga.. 


Nah untuk teori ketiga kali ini, mungkin agak sedikit berbeda dengan kedua hipotesis di atas.

Kali ini dikatakan bahwa nenek Moyang Orang Jawa adalah berasal dari migrasi berbagai bangsa mulai dari bangsa Keling (Sekarang disebut bangsa Dravida, misalnya Bangladesh), Sino-Tibetan (Sekarang Bangsa Indo China misalnya Vietnam dan Kamboja) , Dan Bangsa Semit (Sekarang Orang Mediteranian misalnya Arab, Bani Israil dll) Yang dalam perjalanan-nya nanti akan terjadi saling silang perkawinan di antara mereka (yang mungkin terjadi perkawinan juga dengan manusia manusia klasik yang merupakan penduduk asli Nusantara ) sehingga menghasilkan, suatu bangsa baru yakni Bangsa Jawa.

Sebagai Catatan :

Untuk Teori Ketiga ini adalah termasuk yang ditentang oleh Para pakar Sejarah Indonesia. Tokoh Indonesia, Bapak Drs. Muhammad Yamin misalnya juga termasuk dalam barisan orang yang tidak setuju dengan teori yang mengatakan bahwa Penduduk Nusantara, (termasuk Orang Jawa tentunya) adalah murni Penduduk Bangsa Asing Yang Bermigrasi ke Nusantara, menurut beliau, Leluhur Orang Indonesia yang Asli dari Wilayah Nusantara Sendiri kala itu sudah ada yang pada akhirnya mengalami percampuran perkawinan dengan Penduduk pendatang tersebut.

Jadi singkatnya, menurut mereka Nenek Moyang atau Leluhur Orang Jawa adalah Orang Orang Asli dari Pulau Jawa sendiri, (yang sekalipun mereka adalah bukan Penduduk dari galur murni dari Bangsa Manusia dari Nabi Adam Alias hasil kawin campur antar species.

Yang muncul karena adanya perkawinan campur dari Bangsa Manusia, Jin Peri, Raksasa, Genderuwo dll (Yang telah kita sepakati disebut sebagai Para Dewa) dan sangat mungkin adanya perkawinan campur dengan sisa sisa Keturunan Berbagai Macam Makhluk purba yang telah lama mendiami Pulau Jawa dan Kepulauan Nusantara lainnya (Yang kala itu sudah mulai maju peradabannya). seperti yang kita kenal fosil-fosilnya dengan sebutan "Pithecantropus Mojokertensis", "Megantropus Paleo Javanicus",  dll.


Ilustrasi Manusia Purba,
 Pithecantropus Mojokertensis

Jadi dalam hal ini penulis juga ingin bersepakat juga dengan teori darwin, (yang biasanya penulis tentang dengan keras) yakni bahwa nenek moyang manusia juga berasal dari para manusia purba (Bangsa Raksasa ??), hanya saja evolusi yang terjadi adalah dari hasil perkawinan campur di antara para species yang ada sehingga menghasilkan berbagai jenis manusia yang beraneka ragam.

Itulah Kenapa, Salah seorang Tokoh Nasional yang juga seorang Budayawan dan Kyai Jawa, yakni Emha Ainun Nadjib pernah mengatakan sembari dalam nada bercanda (yang mungkin sangat benar bila kita menyatukan ke tiga teori di atas ) bahwa,

"Mbah-mbahmu (Leluhur kalian) itu sebenarnya adalah para Butho, dan kalian adalah anak turun dari para Buto" ( Bangsa Lelembut). hehehe..


Akhir kata, Keyakinan tetaplah pilihan masing masing individu, yang jelas kita semua bersepakat bahwa leluhur Manusia Jawa adalah juga keturunan dari Nabi Adam as sebagai Manusia Modern Pertama di Bumi. Tambahan, tanggapan, saran dan kritiknya dipersilahkan dan sangat kami tunggu tunggu.

like dan sharenya jangan lupa ya..

Wallahu A’lamu Bishowab.. 
Previous
Next Post »

3 Komentar

Click here for Komentar
Imam Rolex
admin
Sep 23, 2016, 1:03:00 PM ×

Apakah bisa manusia dengan peri bisa menghasilkan anak manusia?
Bukannya nabi ada dan Siti hawa sama2 manusia dan putra pertama nabi Adam yg laki2 kobil dan hobil yg putri saya kurang tau bagaimana tanggapannya?

Reply
avatar
Rama Wijaya
admin
Sep 23, 2016, 4:52:00 PM ×

Iya gan, sejauh yang saya ketahui Nabi Adam dan Siti Hawa memiliki 40 pasang anak, semuanya dinikahkan silang, dan ada beberapa yang menolak aturan itu sehingga akhirnya kawin lari meninggalkan kediaman Nabi Adam.

Mengenai pernikahan antar species banyak terjadi perbedaan pendapat, namun di Indonesia sendiri pastinya agan sering mendengar berita atau peristiwa sejarah mengenai pernikahan manusia dengan jin, genderuwo atau pernikahan manusia di akhirat dengan para bidadari yang artinya perkawinan manusia dengan makhluk lain sangatlah mungkin terjadi,sekalipun keturunan mereka bisa jadi tidak lagi bisa disebut sebagai manusia biasa, jadi kita sebut saja merekak semacam manusia hybrid / mutan.

Dalam dunia hewan, perkawinan macan dengan Singa terbukti bisa memiliki keturunan sekalipun mereka beda species, begitu juga dengan ayam dengan itik, keledai dengan kuda dll yang kesemuanya itu sudah sering terjadi pada masa kini.

Adapun bila perkawinan manusia dengan species lain disebut sebagai mitos atau hoax semata, ya saya kembalikan kepada keyakinan masing masing saja gan. Nah demikian tanggapan dari saya gan.. :)

Reply
avatar
Unknown
admin
Apr 6, 2017, 2:52:00 PM ×

bingung mas....saya saja belum lahir...jadi gak bisa percaya siapa siapa....sebagai pertimbangan saya pernah baca sebuah artikel mengenai bangsa Bani Jawi....singkat cerita Nabi Ibrahim mempunyai istri ke-3 (Siti Kenturah)...inipun saya juga baru tahu dan tidak ada cerita selama saya sekolah dulu....nah dari Siti Kenturah inilah karena mearasa asing dan mungkin mengasingkan diri (menurut pendapat saya,,bagaimana perasaab seorang istri ke 3 terhadap istri 1, sedikit banyak rasa minder)...demi menjaga kelangsungan keluarga maka Siti Kenturah (Qonturoh)ini bermigrasi ke arah timur (tidak disebut arah mana)...dan kemungkinan keturunan inilah yang mendiami Jawa....jauh sebelum Islam Masuk Jawa....saya yakin bahwa orang jawa telah lebih dulu Tauhid..seperti Nabi Ibrahim...dan Islam datang sebagai penyempurna

Reply
avatar
Post a Comment
Thanks for your comment