Benarkah Nabi Ibrahim as Adalah Dewa Brahma ? Info Sipaijo


  Rasanya akhir akhir ini semakin ramai saja kita jumpai  beredarnya suatu hipotesis di internet ( Yang katanya adalah pendapat dari para ahli sejarah dari berbagai negara sekalipun tidak jelas siapa saja orangnya) yang bersumber dari sebuah pertanyaan "Benarkah Nabi Ibrahim as adalah Dewa / Bathara Brahma?"


 Hal ini tentunya mengundang Pro dan kontra, antara mereka yang yakin bahwa Nabi Ibrahim as adalah Dewa Brahma dan mereka yang tidak setuju.

Berbagai alasan dan argumentasi diutarakan demi menguatkan masing masing pendapat, tentunya hal ini cukup mengasyikkan bagi kita yang memiliki ketertarikan terhadap kajian sejarah dan kebudayaan.

Nabi Ibrahim Dan Putera Beliau Ismail



Nah kiranya penulis juga ingin melakukan studi kasus kecil-kecilan dan menuangkan pendapat penulis setelah berselancar ke sana kemari di dunia maya dan menemukan berbagai pendapat dari pihak yang pro maupun pihak yang kontra.

"Nabi Ibrahim as adalah Dewa Brahma".

Berikut pendapat yang pro dengan pernyataan tersebut,

1. Baik Nabi Ibrahim as dan Dewa / Bathara Brahma adalah dikenal sebagai simbol Tentang Ke Esaan Tuhan.

2. Nabi Ibrahim as dan Dewa Brahma memiliki kemiripan (yang dimaksud adalah kemiripan pada segi homofon dan homonim) dalam nama mereka berdua.

3. Istri Nabi Ibrahim as bernama siti Sarah dan Istri Dewa Brahma bernama Dewi Saraswati.

Kiranya hanya 3 poin itulah yang menurut penulis paling sering dan paling kuat dijadikan sandaran bagi kebanyakan orang, jadi sekarang akan penulis berikan " gugatan" alias bentuk ketidaksetujuan pihak yang kontra yang sekaligus sebagai bantahan terhadap 3 poin diatas.

1. Nabi Ibrahim as dan Dewa Brahma adalah simbol Keesaan Tuhan

Dalam kitab kitab samawi, sangat jelas diketahui bahwa Nabi Ibrahim as adalah seorang Nabi yang berprofesi sebagai pengembala yang berada di Daratan Mediterania yang menyeru dan sekaligus memandu manusia pada pengesaan Tuhan.

 Sedangkan Dewa Brahma yang juga dikenal sebagai Dewa Pencipta Alam semesta tersebut bersemayam di Pegunungan Himalaya di dalam Kahyangan Suralaya / Jonggring Saloka yang sesekali bersama saudara saudaranya datang kepada rakyat Di Nusantara, India, China dan sekitarnya dalam rupa seorang Resi/Brahmana yang mengajarkan ajaran Penyembahan Dewa dan sekali waktu menjelma sebagai seorang pemimpin Negara alias Seorang Raja yang memimpin rakyatnya dengan hukum hukum Dewata.

Baca Juga :

Kahyangan Suralaya | Kerajaan Dewa Di Atas Gunung Tengguru Himalaya

Nabi Ibrahim as sangat jelas adalah seorang manusia di alam kasar (makhluk yang lengkap memiliki unsur Api, Angin, Air dan Tanah).

 Menurut nasab, beliau dengan jelas diketahui bukanlah berasal dari galur keturunan dari Syaikh Anwar (Sang Hyang Nurcahya) yang notabene adalah Pemuka dan leluhur ajaran agama Dewa.

Sedangkan Dewa Brahma telah mafhum diketahui adalah putra dari Bathara Guru yang merupakan keturunan dari Sang Hyang Nurcahya, dan mereka semua bisa dikatakan adalah bukan Bangsa Manusia. (Makhluk Minus unsur Tanah)

Dan lagi Nabi Ibrahim as dan Dewa Brahma dibedakan oleh zaman yang sangat jauh sekali.

Ibrahim as adalah nenek moyang dari Nabi Sulaiman as yang telah kita ketahui bersama bahwa ketika Nabi Sulaiman as hidup dan bertahta, Dewa yang sezaman dengan Nabi Sulaiman as adalah Sang Hyang Wenang (Ayah dari Kakek Dewa Brahma) yang tengah menjadi penguasa di Kahyangan Jonggring Saloka.


 Bahkan dalam sejarah dan mitologi pewayangan perang antar kedua kubu pernah terjadi yang dimenangkan oleh Nabi Sulaiman as dan bala tentaranya, yang dengan Kemenangan itu Nabi Sulaiman as dikenal sebagai penguasa terbesar sepanjang masa karena tidak hanya memimpin bangsa manusia, melainkan juga binatang dan juga bangsa Jin.


Baca Juga Kisahnya :

Hancurnya Kerajaan Para Dewa | Sang Hyang Wenang digempur Nabi Sulaiman as.


Jadi ketika Nabi Ibrahim as hidup di dunia, bahkan bapaknya Dewa Brahma saja belum lahir, lalu bagaimana bisa mereka dikatakan adalah sosok yang sama? lebih lebih setelah mengetahui bahwa mereka berdua tidaklah berada di alam / Dimensi yang sama?



Silsilah Dewa Brahma




Jadi dari uraian di atas ada beberapa poin yang cukup signifikan dalam perbedaan mereka berdua. yakni antara lain ;

a. Perbedaan Tempat Lahir
b. Perbedaan Kediaman
c. Perbedaaan Silsilah Keluarga (Nasab)
d. Perbedaan Peran Sosial
e. Perbedaan Zaman
f.  Perbedaan Ajaran
g. Perbedaan Profesi
h. Perbedaan Akhlak ( Poin yang ini insyallah akan dibahas dalam postingan mendatang)


2. Nama Ibrahim dan Brahma memiliki kemiripan.

Menurut hemat penulis, argumentasi mirip dan tidak mirip ini sebenarnya adalah sekedar alasan penunjang saja. dimana ia bisa mendukung dan bisa juga malah membantah suatu tesis, tergantung dari alasan lainnya yang lebih kuat. jadi kiranya kurang begitu penting untuk di bahas karena alasannya yang serba "Kebetulan".


3. Adanya Kemiripan Nama Antara Dewi Sarah istri Nabi Ibrahim dengan Dewi Saraswati Istri Dewa Brahma.

Poin yang ini sama saja dengan poin ke dua, yakni hanya mirip dan mereka berdua jelas beda alam dan dan beda zaman juga.


Jadi kesimpulannya adalah Tidak Benar dan Sangat Tidak Mungkin Nabi Ibrahim As adalah Dewa Brahma, begitu pula sebaliknya. hehe..


Akhir Kata, penulis sadari bahwa diri ini hanyalah manusia biasa yang banyak salah dan dosanya..  jadi jika ada salah atau jika ada yang berpendapat berbeda penulis akan dengan senang hati mendengarkannya, dan anda dipersilahkan memberikan kritik saran dan argumen dan  juga bantahan pada artikel ini pada kolom komentar yang telah disediakan di bawah ini .


Terima kasih dan salam persaudaraan selalu..  :)

Bukan siapa siapa, hanya blogger pemula yang juga ingin berbagi. :)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »